Read More >>"> The Savior (dua) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - The Savior
MENU
About Us  

Selama Mikael hidup, hal yang paling ia khawatirkan hanyalah ketika dia merasa mengantuk. Kejadian trauma masa kecilnya terus mempengaruhi alam bawah sadar. 

Mikael tidak akan bisa bernapas meski ia berusaha bernapas dengan mulutnya, tak ada sedikit pun udara yang berhasil masuk ke saluran napasnya. Karena trauma itu, ia menjadi sangat rentan terhadap kegelapan, termasuk ketika memejamkan mata untuk tidur. 

Phobia-nya semakin parah, setelah kematiannya kemarin. Bahkan kasus kematian Mikael kemarin pun disebabkan karena ia tertidur pulas. Tak seharusnya ia tidur pulas.

Jika itu terjadi, ia akan mengalami sleep paralysis—ia tak bisa membuka matanya. Akhirnya, ia akan kehabisan suplai oksigen ke otaknya, kemudian koma sekitar 2 minggu sebelum akhirnya ia meninggal dan kemudian keajaiban datang sesaat sebelum pemakamannya.

Sayangnya, kali ini ia lengah. Mikael tak lagi bisa menahan kantuknya setelah berhari-hari begadang dan hanya ‘tidur ayam’.

Sesaat ia memimpikan seorang anak perempuan yang sedang duduk di sampingnya. Ia mendengarkan cerita anak perempuan itu dengan tenang, sebelum akhirnya ia sadar bahwa ini adalah mimpi
.
Anak perempuan itu bercerita dalam mimpinya, “...Saat itu, di lapangan basket aku melihat wajah pacarku—Samuel....”

“...tiba-tiba aku muncul dalam posisi berciuman dengannya, siapa yang bertanggung jawab atas semua ini? Siapa yang mencium pacarku? Fania? Aku yakin dia tak mengenal Samuel dan tak tertarik dengannya. Cassandra? Dia sama sekali....” 

Mikael membuka mata dengan napas tersengal, bahkan tangannya pucat gemetaran. Untung saja, ia bisa segera membuka matanya. Sejak TK, Mikael tidak pernah bisa benar-benar tidur pulas. 

Suara beberapa kendaraan di jalanan luar sana samar terdengar beberapa kali di jam ini, jam 3.45. 

Mikael meneguk segelas air putih dengan rakus. Kemudian mengingat kembali mimpinya yang masih melekat di ingatannya.

Ada seorang perempuan dengan rambut sebahu, mata bulat yang cerah, dagu lancip, dan hidung mancung lurus sedang duduk di balik jendela kaca di gedung lantai atas—entah ke berapa. 

Keduanya menatap ke bawah—ke arah pohon rindang yang tidak terlalu tinggi namun lebat daunnya, juga ke halaman yang tampak dipenuhi daun dan ranting yang berceceran tertiup angin dengan cuaca yang lembab.

Mikael merasa duduk berdampingan dengannya. Meski wajahnya berseri, namun rautnya tampak muram.

Entah, Mikael sulit memahaminya. Perempuan itu terus meracau dalam mimpinya membicarakan tentang pacarnya yang bernama Samuel. Tunggu dulu. Samuel?  

Sebentar! 

Mikael fokus pada nama Samuel.

Sekelebat ingatannya muncul, anak perempuan itu membicarakan tentang berciuman dengan Samuel di lapangan basket? Mungkinkah itu Samuel si ketua kelasnya? Dia juga suka bermain basket dan sering menghabiskan waktunya di lapangan basket.

Aha! Semakin terang pikiran Mikael.

Daripada ia hanya menebak-nebak, mengapa ia tak menanyakan pada Samuel langsung.

***

 Samar-samar anak perempuan terbangun dengan posisi yang terlentang hampir memenuhi ranjangnya. Ia mengerjap beberapa kali, menghirup udara dingin yang masuk lewat ventilasi udara di atas jendela. Tampak gundukan kecil di dadanya dengan piama minion berwarna dasar hitam. Tanpa pikir panjang, ia langsung bangkit dari tidurnya dengan mata yang melotot dan kesadaran yang sangat penuh.

Waaahh! Aku benci jika harus mengawali hari seperti ini.

Suaranya sedikit berat, seperti seorang lelaki.

Seluruh rumah ini pun akan tahu siapa dia—Veero. Hal yang paling dia benci adalah terbangun dengan tubuh Tifanny—ah, anak perempuan itu sebenarnya benci dipanggil Tifanny, ia lebih suka dipanggil Fania, tapi orangtuanya selalu menyebut nama Tifanny di depan Veero, Nila, dan Cassandra.

Veero mengeluh sepagi ini karena ia tak nyaman dengan tubuh yang belum mandi, tapi ia sendiri tidak bisa memandikan tubuh perempuan ini.

Ia menunduk, sedikit menjambak rambut panjangnya.


(Nila): Kamu bisa mandi kalau memang merasa tidak nyaman.


Veero sedikit terkejut. Entah siapa yang memberikan usul itu. Ia mengerutkan alis hitam Fania. 


(Nila): Kamu juga tinggal dalam tubuh Fania, kamu juga berhak atas dirinya.

(Fania): Apa? Hei, Nila. Ini tubuhku, kamu hanya seorang penyewa, punya hak apa kamu atas tubuhku? Lagi pula, bukankah kita sudah sepakat untuk menghormati privacy masing-masing? Kenapa kamu muncul saat Veero menjalani kehidupannya?

(Nila): Benar. kita sudah sepakat menghormati privacy, tapi siapa pun di sini sudah melanggarnya dan melewati batas privacy-ku.

(Fania): Kalau pun ada, kau adalah satu-satunya yang melanggar.

(Nila): Benarkah? Kurasa ada penghuni baru, karena kemarin tiba-tiba ada salah satu dari kalian yang lancang mencium pacarku.

(Fania): Pacar? Waaahh! Hebat sekali, kamu menggunakan tubuhku ini untuk melakukan hal-hal konyol seperti berpacaran? Untuk itukah kau mengusulkan sebuah privacy? Membuat aturan untuk tidak saling melihat dan ikut campur dengan kehidupan yang sedang berjalan?

Veero masih diam dengan posisi yang sama, ia pun tak ingin menjelaskan apapun mengenai hal yang sedang diperdebatkan dua orang keras kepala ini.

Ia bahkan tak menyadari bahwa Sarah--ibu Fania berdiri di samping ranjangnya.

Tanpa mengganggu perdebatan Fania dan Nila, Veero diam menyimak berdebatan keduanya.

“Ada apa?” Sarah mengusap bahu Veero.

Sepertinya Veero benar-benar tak sedang fokus, ia bahkan terkejut hanya karena Sarah menyentuh bahunya. Jantungnya berdegup, kemudian ia mengabaikan perdebatan dua perempuan keras kepala yang juga menghuni tubuh ini.

“Tidak. Tidak ada apa-apa, Ma,” Veero sedikit terbata.

“Ah, Veero ternyata.” Sarah tersenyum. 

Ia sedikit kikuk untuk mengatakannya. Ia tak rela jika Veero menelanjangi putrinya, tapi tubuh itu benar-benar harus mandi. Mengingat kejadian semalam, saat Cassandra sudah menyiapkan banyak makanan untuk makan malam keluarga yang romantis. Tiba-tiba Nila muncul seperti orang kesetanan, mengguyurkan semua masakan yang dibuat Cassandra sampai ia basah kuyup, lalu mengurung diri di dalam kamar.

Bahkan dari jarak yang cukup jauh pun, Sarah bisa mencium aroma tidak sedap dari tubuh putrinya itu.

“Veero sepertinya kamu harus mandi,” kata Sarah sedikit berat.

(Nila): Tepat sekali!

(Fania): MAAAA!!!!!!!

“Pakai penutup mata ini, mama yang akan memandikanmu.” Sarah memberikan penutup mata hitam milik Fania.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (8)
  • innos

    @yurriansan uh she up..nanti ku baca

    Comment on chapter satu
  • yurriansan

    @innos wkwkwk, mesti fokus bget bcanya.

    btw, klo brkenan, mnpur juga k story ku. ceritanya gk gmn2, cm crita biasa. ala khdupan shri2.
    mudah2an dsambangi. xixixi

    Comment on chapter satu
  • innos

    @yurriansan yalord..aku merasa gagal πŸ˜‚πŸ˜‚

    Comment on chapter satu
  • yurriansan

    @innos iyaaa. abis dr bca awal nsh nbak, ni cwok ap cwek. Chptr 3, bkin pkiranku mgrah ksn

    Comment on chapter tiga
  • innos

    @yurriansan km kira dia suka sama Samuel ya πŸ˜‚

    Comment on chapter tiga
  • yurriansan

    @innos oh iya ya? aku kyanya kurg mndlami pas bca. abis pad skin yg marah sma samuel, kukira lg cmburu gtu.

    Comment on chapter tiga
  • innos

    @yurriansan Mikael emang cowok, neng..bagian mana yg bikin jadi keliatan cewek?πŸ€”

    Comment on chapter tiga
  • yurriansan

    Awal baca, serius aku kira itu mikael cwok. Mkin k blkgang, trnyta cwek.

    Comment on chapter tiga
Similar Tags
Waiting
4      4     0     
Short Story
Maukah kamu menungguku? -Tobi
Without Guileless
15      8     0     
Mystery
Malam itu ada sebuah kasus yang menghebohkan warga setempat, polisi cepat-cepat mengevakuasi namun, pelaku tidak ditemukan. Note : Kita tidak akan tahu, jati diri seseorang hingga kita menjalin hubungan dengan orang itu. Baik sebuah hubungan yang tidak penting hingga hubungan yang serius
Bulan di Musim Kemarau
5      5     0     
Short Story
Luna, gadis yang dua minggu lalu aku temui, tiba-tiba tidak terlihat lagi. Gadis yang sudah dua minggu menjadi teman berbagi cerita di malam hari itu lenyap.
NIKAH MUDA
8      7     0     
Romance
Oh tidak, kenapa harus dijodohin sih bun?,aku ini masih 18 tahun loh kakak aja yang udah 27 tapi belum nikah-nikah gak ibun jodohin sekalian, emang siapa sih yang mau jadi suami aku itu? apa dia om-om tua gendut dan botak, pokoknya aku gak mau!!,BIG NO!!. VALERRIE ANDARA ADIWIJAYA KUSUMA Segitu gak lakunya ya gue, sampe-sampe mama mau jodohin sama anak SMA, what apa kata orang nanti, pasti g...
TEA ADDICT
3      3     0     
Romance
"Kamu akan menarik selimut lagi? Tidak jadi bangun?" "Ya." "Kenapa? Kan sudah siang." "Dingin." "Dasar pemalas!" - Ellisa Rumi Swarandina "Hmm. Anggap saja saya nggak dengar." -Bumi Altarez Wiratmaja Ketika dua manusia keras kepala disatukan dengan sengaja oleh Semesta dalam birai rumah tangga. Ketika takdir berusaha mempermaink...
LEAD TO YOU
169      46     0     
Romance
Al Ghazali Devran adalah seorang pengusaha tampan yang tidak mengira hidupnya akan berubah setelah seorang gadis bernama Gadis Ayu Khumaira hadir dalam hidupnya. Alghaz berhasil membuat Gadis menjadi istrinya walau ia sendiri belum yakin kalau ia mencintai gadis itu. Perasaan ingin melindungi mendorongnya untuk menikahi Gadis.
Rain Murder
15      9     0     
Mystery
Sebuah pembunuhan yang acak setiap hujan datang. Apakah misteri ini bisa diungkapkan? Apa sebabnya ia melakukannya?
Rindu
4      4     0     
Romance
Ketika rindu mengetuk hatimu, tapi yang dirindukan membuat bingung dirimu.
Cinta dan Rahasia
5      5     0     
Short Story
Perasaan tak mudah untuk dipendam. Ketahuilah, manusia yang β€˜kuat’ adalah manusia yang mampu mengekspresikan perasaanya. Itu semua wajar. Manusia akan merasakan senang bila mendapatkan kebahagiaan dan sedih bila harus kehilangan.
Chahaya dan Surya [BOOK 2 OF MUTIARA TRILOGY]
242      90     0     
Science Fiction
Mutiara, or more commonly known as Ara, found herself on a ship leading to a place called the Neo Renegades' headquarter.Β She and the prince of the New Kingdom of Indonesia, Prince Surya, have been kidnapped by the group called Neo Renegades. When she woke up, she found that Guntur, her childhood bestfriend, was in fact, one of the Neo Renegades.