Read More >>"> I'm Growing With Pain ((Syncronize) 2006) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - I'm Growing With Pain
MENU
About Us  

"Arza yang tampan!”

 “Arza yang Pintar!"

“Dan Arza yang kaya raya!” Hampir semua perempuan di sekolah itu memujinya.

Pelita international School sepertinya adalah planet pribadi milik Arza. Dia seolah-olah pangeran sempurna yang kebetulan menghuni sekolah itu dengan para fans-nya yang bahkan mampu merobohkan monas jika mereka berkumpul. Aku sudah terlalu bosan untuk mendengar nama Arza, bahkan satu hari pun tak pernah ada waktu tanpa nama itu mengalun di telingaku.

Baik itu ibu yang selalu memujinya, para pelayan yang selalu menginginkan sarannya dan juga para gadis di sekolah itu yang haus akan perhatiannya. Setidaknya aku ingin sekali saja terlepas dari ketiga bersaudara itu meskipun hanya sebatas namanya yang disebut. Namun, aku mempunyai alasan tersendiri mengapa memilih sekolah itu, selain karena beasiswa yang mereka tawarkan padaku.

Langkah pertamaku setelah menjadi siswa SMA, aku memutuskan untuk keluar dari rumah itu dan tinggal di asrama dekat sekolah. Ibu sudah tak terlalu banyak menuntut tentang kehidupanku. Apalagi dengan kehidupan barunya yang telah sempurna sejak kelahiran Angelin, putri satu-satunya dari pernikahan ibu dengan Tuan Wiliam. Hidup ibu pun jauh lebih baik dan putri kesayangannya tersebut mendapat perhatian dari semua orang termasuk itu ketiga saudara tiriku.

Beberapa bulan ini adikku; Sam mendapat pelatihan dari sekolahnya di kampung Inggris Pare-Pare dan ia tak akan pulang hingga beberapa minggu ke depan. Mungkin ia akan terkejut ketika aku tak lagi berada di rumah itu dan memilih tinggal di tempat lain. Usia Sam sudah menginjak 12 tahun dan aku rasa dia sudah cukup dewasa untuk aku tinggal sendiri. Terakhir kali anak itu bahkan sudah berani membelaku di depan Dani dan Arza.

Aku juga tak mengerti mengapa ketiga saudara tiri kami masih sering menggangu, mengingat usia mereka yang bukan anak-anak lagi. Sorotan mata mereka pun tampak begitu membenci kami, seolah aku dan adikku adalah salah satu makhluk berdosa dari neraka yang diincar para malaikat-malaikat berkuasa itu sejak lama.

"Arza...." Panggilan ibu pada anak tertua itu ketika kami berada di beranda rumah. Dia bersiap-siap hendak pergi ke sekolah dan mengambil mobil sport Koenigsegg CCXR Trevita-nya di garasi. Mobil itu adalah salah satu mobil termahal di dunia yang diberikan ayahnya untuk hadia setelah ia mendapat kelulusan SIM di usianya 17 tahun.

Dan bayangkan saja ketika ia mengendari mobil itu ke sekolah, seluruh siswa termasuk para guru wanita meneteskan air liurnya. Mereka bahkan tidak melarang laki-laki itu memamerkan kekayaannya di sekolah. Sepertinya sifat orang Indonesia memang seperti itu semua.

"Mulai hari ini Freya akan satu sekolah denganmu, jadi mau kah kau mengawasi adik tirimu sesekali?" pinta ibu yang membuatnya terlihat seperti wanita menyedihkan. Dia harusnya tidak mengaharapkan apapun padanya karena sudah pasti anak tirinya itu tidak akan melakukan apapun yang dipintanya.

"Terserah kau saja!" jawabnya dengan ketus. Dan aku tak terlalu terkejut pada hal itu. Hanya saja ibu terus-menerus membuatku jijik dengan perbuatannya. Dia berusaha bersikap manis dan bahkan terlihat mengemis perhatian pada keluarga itu meskipun aku tahu dia bukan tipe wanita seperti itu. Seharusnya dia tak melakukan apapun dan fokus saja pada kehidupannya sendiri.

Tak lama kemudian mobil Koenigsegg CCXR Trevita itu pun melaju meninggalkan halaman rumah. Dia melesat dengan cepat meninggalkan aku dan ibu yang masih membeku di beranda.

 “Anak yang mengerikan!” gumam ibu yang masih dapat ku dengar. Dia sudah menunjukan sifat aslinya di hadapanku.

"Kau yakin kau tak apa-apa?" tanyanya beralih padaku.

"Ya... aku akan menjaga diri."

"Sesekali pulanglah ke rumah!" pintanya padaku. Tapi aku dengan cepat menyorotinya tajam, “Apakah ini yang ibu sebut rumah? Aku tidak berpikir ini rumahku?” sahutku tak kalah dingin sembari bergegas masuk ke dalam mobil yang telah ibu siapkan untuk mengantarku.

Aku selalu kesal setiap melihat wajah ibu terutama ketika dia bersikap sok perhatian di hadapanku. Aku tahu ibu bukanlah tipe ibu yang baik seperti itu. Saat masih tinggal bertiga dahulu, ibu bahkan membuatku harus berjuang sendiri untuk merawat Sam. Dia tak pernah melakukan pekerjaannya sebagai ibu dan terus mengeluh sepanjang hari karena tak memiliki uang sepeserpun.

Perlakuan dinginku pada ibu pun bukan tanpa alasan. Meskipun aku sadar bahwa aku tak seharusnya memperlakukan ibu sedemikian buruknya namun sungguh karena kehidupan baru yang ibu bawakan padaku, aku justru mengalami banyak hal buruk dalam hidupku. Aku pun tak sedang pergi meninggalkan rumahku, melainkan meninggalkan neraka yang terlihat seindah surga.

 Meski itu hanya sesaat saja.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Gray Paper
9      9     0     
Short Story
Cinta pertama, cinta manis yang tak terlupakan. Tapi apa yang akan kamu lakukan jika cinta itu berlabuh pada orang yang tidak seharusnya? Akankah cinta itu kau simpan hingga ke liang lahat?
Why Him?
10      10     0     
Short Story
Is he the answer?
Infatuated
38      31     0     
Romance
Bagi Ritsuka, cinta pertamanya adalah Hajime Shirokami. Bagi Hajime, jatuh cinta adalah fase yang mati-matian dia hindari. Karena cinta adalah pintu pertama menuju kedewasaan. "Salah ya, kalau aku mau semuanya tetap sama?"
Blue Rose
11      11     0     
Romance
Selly Anandita mengambil resiko terlalu besar dengan mencintai Rey Atmaja. Faktanya jalinan kasih tidak bisa bertahan di atas pondasi kebohongan. "Mungkin selamanya kamu akan menganggapku buruk. Menjadi orang yang tak pantas kamu kenang. Tapi rasaku tak pernah berbohong." -Selly Anandita "Kamu seperti mawar biru, terlalu banyak menyimpan misteri. Nyatanya mendapatkan membuat ...
REDAFFA (you are my new dream, my little girl)
12      12     0     
Fan Fiction
Takdir ini pasti sudah menunggu sejak lama, bahkan sebelum kita saling bertemu. Entah itu takdir baik atau buruk kita sudah ditakdirkan untuk bersama. Kita saling terikat satu-sama lain. Kau adalah diriku dan lebih banyak lagi. Kau adalah mimpiku yang baru, gadis kecilku. Namaku Affa. Cita-citaku adalah menjadi seorang mahasiswa di sebuah universitas ternama. Perjalanan panjangku untuk menung...
Warna Jingga Senja
0      0     0     
Romance
Valerie kira ia sudah melakukan hal yang terbaik dalam menjalankan hubungan dengan Ian, namun sayangnya rasa sayang yang Valerie berikan kepada Ian tidaklah cukup. Lalu Bryan, sosok yang sudah sejak lama di kagumi oleh Valerie mendadak jadi super care dan super attentive. Hati Valerie bergetar. Mana yang akhirnya akan bersanding dengan Valerie? Ian yang Valerie kira adalah cinta sejatinya, atau...
Dear Diary
10      10     0     
Short Story
Barangkali jika siang itu aku tidak membongkar isi lemariku yang penuh buku dan tumpukan berkas berdebu, aku tidak akan pernah menemukan buku itu. Dan perjalanan kembali ke masa lalu ini tidak akan pernah terjadi. Dear diary, Aku, Tara Aulia Maharani umur 25 tahun, bersedia melakukan perjalanan lintas waktu ini.
Rumah Arwah
13      13     0     
Short Story
Sejak pulang dari rumah sakit akibat kecelakaan, aku merasa rumah ini penuh teror. Kecelakaan mobil yang aku alami sepertinya tidak beres dan menyisakan misteri. Apalagi, luka-luka di tubuhku bertambah setiap bangun tidur. Lalu, siapa sosok perempuan mengerikan di kamarku?
Alex : He's Mine
97      67     0     
Romance
Kisah pemuda tampan, cerdas, goodboy, disiplin bertemu dengan adik kelas, tepatnya siswi baru yang pecicilan, manja, pemaksa, cerdas, dan cantik.
Cinta dibalik Kebohongan
19      19     0     
Short Story
Ketika waktu itu akan datang, saat itu kita akan tau bahwa perpisahan terjadi karena adanya sebuah pertemuan. Masa lalu bagian dari kita ,awal dari sebuah kisah, awal sebuah impian. Kisahku dan dirinya dimulai karena takdir ataukah kebohongan? Semua bermula di hari itu.