Read More >>"> Nina and The Rivanos (9. Bentakan) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Nina and The Rivanos
MENU
About Us  

Nina mengikuti orang yang mengaku editornya Starlit itu. Bingung harus mempercayainya atau tidak.

Dari penampilannya, cowok ini masih muda, mungkin usianya masih 20-an. Tubuhnya yang tinggi kurus dibalut jumper berwarna army green. Ekspresi wajahnya sangat serius, sampai-sampai kedua alisnya nyaris bersambung. Bagaimana pun galaknya, Nina tetap yakin ia pernah melihat wajah itu. Tapi entah di mana.

Reza mendorong gerbang rumah yang tadi ditinggalkan Nina. Lalu memencet tombol yang ada di pilar dalam gerbang. Saat itulah, muncul sebuah lampu terang bertuliskan kata “Starlit” di papan besar atas pagar.

Nina melongo.

Bagaimana bisa ia gagal memerhatikan tulisan sebesar ini?

“Tunggu di kursi itu.” Reza menunjuk meja kursi besi yang terletak di teras.

“Maaf kak sebelumnya, saya boleh izin sholat?” ucap Nina segera, tepat saat Reza membuka pintu depan Starlit.

“Pencuri sholat juga?” tanyanya, lalu menutup pintu dengan keras.

Butuh waktu bagi Nina untuk memproses pertanyaan bernada retoris itu. Perasaannya mulai tidak enak. Apalagi hingga jam segini, tidak ada orang lain lagi yang datang setelahnya.

Pulang…nggak…pulang…nggak…pulang…Nina galau membuat keputusan. Tapi mengikuti kata hatinya, Nina memutuskan untuk mampir dulu ke mushola terdekat.

“Ya Allah, jangan digagalin ya.”

***

Sepuluh menit ditinggal pergi, eh malah menghilang.

Begitu melihat meja depan teras yang kosong, Reza langsung yakin dugaannya benar.

Cewek itulah pelakunya. Entah di mana atau bagaimana mereka bertemu, tapi cewek itulah yang telah mencuri dompetnya sekitar sebulan lalu.

Pamflet yang dipegangnya inilah bukti utamanya. Sebab di seluruh dunia, hanya ada satu pamflet semacam ini. Karena meski bosnya sudah menyuruh Reza menggandakan dan menyebarkan pamflet loker ini, ia tidak pernah sekali pun melakukannya.

Alih-alih menggandakan, Reza malah mencoret-coret bagian belakang pamflet ini. Menyimpannya di dalam dompet. Sampai suatu hari dompetnya tiba-tiba lenyap tanpa jejak. Termasuk juga KTP, SIM, Kartu BPJS, dan gaji yang baru didapatnya dari beberapa project bulan lalu.

“Dasar maling.” umpat Reza sekali lagi.

Tepat setelah itu, gerbang Starlit kembali terbuka. Maling yang ditunggu-tunggu Reza kembali.

“Maaf kak, tadi saya izin sholat sebentar.”

Cewek itu bicara dengan suara lembut nan lugu. Dengan kikuk, dia memarkir sepeda motornya di dekat gerbang. Lalu berjalan tergesa-gesa ke arah Reza.

Andai dia bukan pencuri, pasti cewek ini akan membuat Reza simpati.

Tapi dia pencuri. Ya, pencuri barang-barang berharganya.

Dan malam ini, Reza akan merebut semua hal yang menjadi miliknya.

“Silakan duduk.” sergahnya.

Reza menghela napas dalam berulang kali, teringat semua barangnya yang sudah hilang. Tapi ia tidak boleh langsung marah.

“Atas nama?”

“Nina Amalia Putri.” jawab Nina cepat-cepat, dari tadi ia sudah nervous. Tapi melihat sorotan mata tajam orang galak itu, nervousnya naik level lagi.

“Namanya biasa ya,” komentar Reza.

“Kalau boleh tahu, dapat info loker ini dari mana?”

“Dari temen kak.”

“Serius dari temen?” nada bicara Reza naik setengah oktaf.

“Iya kak, jadi ada temen sekolah saya yang saudaranya pemilik sini. Terus saya dikasih ini.” jawab Nina, keringat dingin mengucur keras di punggungnya.

“Saudara? Siapa namanya?”

Nina terhenyak, menyadari sesuatu. Siapa tahu kalau cowok bernama Reza di depannya ini adalah pemilik Starlit, dan Noval hanya berbohong?

“Namanya Noval kak, teman sekolah saya di SMA.”

“SMA? Kamu masih sekolah?”

“Ya kak.”

“Di mana?”

“S…SMA Naraya kak, lumayan jauh dari sini.”

Mendadak, roman wajah Reza berubah. Pandangannya kosong. Tapi beberapa detik kemudian ia jadi serius lagi.

“Beneran?! Kapan kamu dapatnya?!” geramnya.

“Sebulan lalu, kak.”

“Oh…sebulan lalu…yakin kamu dikasih temen, bukan nyuri punya orang lain?!” kali ini Reza benar-benar membentak. Ia menghentakkan pamflet loker ke meja di depan Nina, membuat cewek itu terkaget.

“Saya nggak mungkin nyuri kak, seriusan, saya nggak bohong ini cuma dikasih.” suara Nina bergetar menjawab bentakan tak tertebak itu.

“Kalo terbukti bohong awas ya. Aku tahu sekolah itu, aku bisa lapor ke guru kalo kamu nyuri dompetku.”

“Nyuri?!” Nina ternganga. “Apa maksud kakak saya nyuri?! Apa maksudnya?!”

“Pamflet ini cuma ada di dompetku, ini tandanya ada coret-coretan di belakangnya. Kalau bukan kamu yang pencuri, berarti teman yang ngasih ini adalah pencurinya.”

Nina berjanji nggak bakal nangis lagi…

Ia sudah nggak pernah nangis lagi…

Tapi kali ini, Nina udah nggak kuat. Bukannya diinterview, ia malah dituduh berbuat hal buruk semacam ini.

“Asal kakak tahu ya, saya bukan pencuri! Saya datang ke sini dengan niat baik, pengen dapat kerja, bukan nyuri!”

Tepat saat Nina mengangkat tasnya, ingin pulang, terdengar suara motor mendekat. Beberapa saat kemudian, sebuah moge masuk dan parkir di samping motor Nina.

“Selamat malam, sudah selesai interview-nya?” seorang cowok berperawakan tinggi besar muncul. Penampilannya benar-benar trendi. Kacamata yang dikenakannya membuatnya tampak semakin keren.

Tapi begitu melihat Nina yang bersimbah air mata, cowok itu terkejut.

“Lho, Mbak, ada apa?” tanyanya.

Nina hanya menggeleng, tidak kuat bicara.

“Lho, kenapa Za?”

Reza tampak berpikir sebentar untuk menjawab, “Nggak ada apa-apa kok, Arman, santai aja.”

“Nggak mungkin nggak ada apa-apa kalo mbaknya nangis.” Arman menghalangi jalannya Nina. Tapi cewek itu tetap menggeleng.

“Ayo kita bicarakan baik-baik. Nama saya Arman, CEO Starlit. Ayo, lanjut interviewnya sama saya aja. Kita masih perlu ngomongin banyak hal lho, termasuk gaji kan belum.”

***

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (5)
  • renicaryadi

    @elham udah dong om udah updet. Makasih ya udah nungguin. Lagi sakit gigi haha

  • elham

    Miriiip ..... :( skarang aq percaya apa yg q alami ini layaknya cermin...

    kereeen banget kak..
    D tinggu sllu klanjutanya.
    Smoga sllu d beri kesehatan trus..biar bisa nulis karya slanjut e

    Smangat

  • elham

    Sampek Sini masih sama...jdi k ingat ama almrhum..

  • aiana

    udah selesai sampai bag 3, di tunggu updatennya,
    boleh juga mampir di storyku kak...

  • yurriansan

    Awal baca pesanmu udah lucu :D.
    Isi.crtanya juga menarik. Aku finish bca smpe.chapter 3.

    Mmpir juga ya k storyku ku,.tlong krisannya juga :D

Similar Tags
Sakura di Bulan Juni (Complete)
236      148     0     
Romance
Margareta Auristlela Lisham Aku mencintainya, tapi dia menutup mata dan hatinya untukku.Aku memilih untuk melepaskannya dan menemukan cinta yang baru pada seseorang yang tak pernah beranjak pergi dariku barang hanya sekalipun.Seseorang yang masih saja mau bertahan bersamaku meski kesakitan selalu ku berikan untuknya.Namun kemudian seseorang dimasa laluku datang kembali dan mencipta dilemma di h...
Damn, You!!
94      65     0     
Romance
(17/21+) Apa yang tidak dimilikinya? Uang, mobil, apartemen, perusahaan, emas batangan? Hampir semuanya dia miliki kecuali satu, wanita. Apa yang membuatku jatuh cinta kepadanya? Arogansinya, sikap dinginnya, atau pesonanya dalam memikat wanita? Semuanya hampir membuatku jatuh cinta, tetapi alasan yang sebenarnya adalah, karena kelemahannya. Damn, you!! I see you see me ... everytime...
Secret Elegi
107      67     0     
Fan Fiction
Mereka tidak pernah menginginkan ikatan itu, namun kesepakatan diantar dua keluarga membuat keduanya mau tidak mau harus menjalaninya. Aiden berpikir mungkin perjodohan ini merupakan kesempatan kedua baginya untuk memperbaiki kesalahan di masa lalu. Menggunakan identitasnya sebagai tunangan untuk memperbaiki kembali hubungan mereka yang sempat hancur. Tapi Eun Ji bukanlah gadis 5 tahun yang l...
LUCID DREAM
13      13     0     
Short Story
aku bertemu dengan orang yang misterius selalu hadir di mimpi walapun aku tidak kenal dengannya. aku berharap aku bisa kenal dia dan dia akan menjadi prioritas utama bagi hidupku.
Po(Fyuh)Ler
29      24     0     
Romance
Janita dan Omar selalu berangan-angan untuk jadi populer. Segala hal telah mereka lakukan untuk bisa mencapainya. Lalu mereka bertemu dengan Anthony, si populer yang biasa saja. Bertiga mereka membuat grup detektif yang justru berujung kemalangan. Populer sudah lagi tidak penting. Yang harus dipertanyakan adalah, apakah persahabatan mereka akan tetap bertahan?
Dramatisasi Kata Kembali
13      12     0     
Short Story
Alvin menemukan dirinya masuk dalam sebuah permainan penuh pertanyaan. Seorang wanita yang tak pernah ia kenal menemuinya di sebuah pagi dingin yang menjemukan. \"Ada dalang di balik permainan ini,\" pikirnya.
Stay With Me
16      16     0     
Romance
Namanya Vania, Vania Durstell tepatnya. Ia hidup bersama keluarga yang berkecukupan, sangat berkecukupan. Vania, dia sorang siswi sekolah akhir di SMA Cakra, namun sangat disayangkan, Vania sangat suka dengan yang berbau Bk dan hukumuman, jika siswa lain menjauhinya maka, ia akan mendekat. Vania, dia memiliki seribu misteri dalam hidupnya, memiliki lika-liku hidup yang tak akan tertebak. Awal...
the invisible prince
1231      710     7     
Short Story
menjadi manusia memang hal yang paling didambakan bagi setiap makhluk . Itupun yang aku rasakan, sama seperti manusia serigala yang dapat berevolusi menjadi warewolf, vampir yang tiba-tiba bisa hidup dengan manusia, dan baru-baru ini masih hangat dibicarakan adalah manusia harimau .Lalu apa lagi ? adakah makhluk lain selain mereka ? Lantas aku ini disebut apa ?
Memeluk Bul(a)n
772      352     0     
Fantasy
Bintangku meredup lalu terjatuh, aku ingin mengejarnya, tapi apa daya? Tubuhku terlanjur menyatu dengan gelapnya langit malam. Aku mencintai bintangku, dan aku juga mencintai makhluk bumi yang lahir bertepatan dengan hari dimana bintangku terjatuh. Karna aku yakin, di dalam tubuhnya terdapat jiwa sang bintang yang setia menemaniku selama ribuan tahun-sampai akhirnya ia meredup dan terjatuh.
Dream
386      310     5     
Short Story
1 mimpi dialami oleh 2 orang yang berbeda? Kalau mereka dipertemukan bagaimana ya?